Beranda Solusi

Solusi co-firing biomassa

Dari sumber limbah hingga PLTU: cara kami menyiapkan bahan bakar biomassa yang memenuhi spesifikasi co-firing.

Konteks

Mengapa co-firing biomassa?

Co-firing berarti mencampur biomassa ke dalam batu bara yang dibakar di PLTU yang sudah beroperasi. Emisi bisa turun tanpa perlu membangun pembangkit baru.

Energi

Menggantikan sebagian batu bara di PLTU dengan biomassa terbarukan.

Lingkungan

Limbah organik tidak berakhir di TPA sehingga menekan emisi gas rumah kaca.

Ekonomi

Limbah menjadi komoditas bernilai dan membuka sumber pendapatan baru.

Solusi

Alur penyediaan bahan bakar co-firing

Setiap pengiriman melewati empat tahap ini supaya sesuai dengan spesifikasi pembangkit.

  1. Ilustrasi pekerja memuat karung serbuk kayu ke truk di pabrik
    01

    Sumber & Pengumpulan

    Limbah organik non-B3 dari industri, agroindustri, dan komunitas.

  2. Ilustrasi teknisi laboratorium menimbang sampel biomassa
    02

    Uji & Seleksi

    Karakterisasi bahan di laboratorium bahan bakar terakreditasi.

  3. Ilustrasi pelet biomassa keluar dari mesin pelet ke konveyor
    03

    Olah & Blending

    Pengeringan, pencampuran, dan peletisasi sesuai spesifikasi.

  4. Ilustrasi truk menurunkan biomassa di lapangan bahan bakar PLTU
    04

    Pasokan ke PLTU

    Logistik dan pergudangan hingga bahan diterima PLTU.

Standar Mutu

Mengacu pada spesifikasi co-firing PLN

Setiap bahan baku diuji di laboratorium terakreditasi dengan metode ASTM/ISO sebelum dipasok.

Parameter uji

  • Nilai kalor
  • Analisis proksimat
  • Analisis ultimat
  • Sulfur
  • Klorin
  • Suhu leleh abu
  • Alkali
Ilustrasi sampel biomassa dalam toples kaca untuk uji laboratorium

3.000–4.200

kkal/kg

Target nilai kalor kotor (GCV)

≤ 10%

Kadar abu

Batas maksimum kadar abu

Butuh pasokan bahan bakar biomassa?

Sampaikan spesifikasi dan kebutuhan volume pembangkit Anda. Kami akan mendiskusikan pilihan bahan baku dan hasil ujinya bersama Anda.